Mobile Logo
  • Sightseeing
Candi Singosari
Candi Singosari

              Orang Indonesia pasti familiar dengan nama Singosari. Hal pertama yang terbersit dalam benak setiap orang saat mendengar kata tersebut pastilah Ken Arok dan Ken Dedes dengan setting suasana jaman dulu, ketika daerah-daerah di Indonesia masih menggunakan sistem pemerintahan kerajaan yang kental dengan kepercayaan animisme dan dinamismenya. Ken Arok dan Ken Dedes merupakan figur kerajaan Singosari, sebuah kerajaan di wilayah Selatan Jawa Timur yang saat ini menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Malang. Di daerah tersebut ada sebuah candi peninggalan bersejarah dari kerajaan Singosari dengan nama serupa, Candi Singosari.

                Candi Singosari merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singosari, sebuah kerajaan yangberkuasa di abad ke-13, yang belum selesai dibangun. Candi ini terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, tak jauh dari jalan raya pasar besar Singosari. Masyarakat setempat menyebut candi ini Candi Cungkup, ada pula yang menyebutnya Candi Menara karena bentuknya yang menyerupai Menara, dengan arsitektur yang Nampak seperti bangunan bertingkat dua. Beberapa yang lain menyebutnya sebagai Candi Renggo atau Candi Cella karena Candi ini memiliki empat celah pada tubuhnya.

                Berdasarkan kitab Pararaton, dipercayai bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara, raja yang berkuasa di masa jaya Kerajaan Singosari, setelah ia terbunuh oleh raja Jayakatwang, raja dari Mongol, sebagai pembalasan dendam atas perbuatan Kertanegara yang mempermalukan Kubilai Khan, raja Mongol terdahulu. Kertanegara merupakan cucu dari anak sulung Ken Arok, raja pertama kerajaan Singosari. Sebelum mendirikan kerajaan Singosari, Ken arok adalah seorang berandal dan pencuri yang ditakuti oleh seluruh masyarakat Kerajaan Kadiri. Pada riwayatnya menjadi pencuri, ia bertemu dengan Lohgawe, seorang brahmana dari India. Dengan bantuan dari Lohgawe, Ken Arok berhasil menjabat sebagai pengawal Akuwu (Bupati) Tumapel, sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Akuwu Tumapel pada saat itu bernama Tunggul Ametung. Ketika menjadi pengawal Tunggul Ametung, Ken Arok diam-diam menaruh perhatian pada istri sang Bupati yang bernama Ken Dedes. Demi merebut Ken Dedes, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan keris buatan Mpu Gandring, sehingga Ken Arok berhasil merebut Ken Dedes dan tahta Tunggul Ametung. Bertahun-tahun berlalu, Ken Arok berkeinginan untuk memperluas daerah kekuasaannya dengan mendirikan Kerajaan Singosari yang berjaya di abad ke-13.

Dalam Pararaton pula, tertulis riwayat pembangunan Candi Singosari. Pada awalnya, candi ini dibangun dan dihiasi mulai dari bagian bawah ke atas. Namun karena terjadi perang dengan Jayakatwang yang berujung menewaskan Raja Kertanegara, pembangunan Candi Singosari terhenti dan digunakan untuk memakamkan Raja Kertanegara sebagai penghormatan terakhir.

                Jika dilihat lebih detail, tidak seperti candi-candi lain yang kaya akan arca dan patung, Candi Singosari hanya memiliki satu arca, yakni patung kepala raksasa pada pintu masuk candi. Candi ini pertama ditemukan pada tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard seorang Gubernur Pantai Timur Laut Jawa yang melaporkan adanya reruntuhan bangunan batu pada sebuah dataran tandus di Malang. Di Tahun 1901, Komisi Arkeologi Belanda melalukan penelitian dan penggalian yang direstorasi oleh Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur sampai dengan tahun 1937.  Goresan tanda penyelesaian pemugaran dapat dilihat pada batu kaki candi di sudut barat daya. Akibat pemugaran ini, banyak arca-arca milik Candi Singosari yang disimpan di Museum Leiden Belanda oleh pihak Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur.

 

Candi Singosari

Address : Desa Candirenggo
Telephone : n/a
Email : n/a
0 comments
See what other people say about this article.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*: